PNCL: Perjalanan Band, You, Me and Earth dan Kancah Musik Samarinda

PNCL: Perjalanan Band, You, Me and Earth dan Kancah Musik Samarinda

PNCL: Perjalanan Band, You, Me and Earth dan Kancah Musik Samarinda 1080 1080 Extended.Asia.Play

Pada 7 Oktober 2026, (T) Theo Nugraha mewawancarai Band asal Kota Samarinda, (P) PNCL, terbentuk pada tahun 2004 dan baru saja merilis single terbarunya bertajuk You, Me and Earth oleh Slomo Record. Wawancara ini dilakukan melalui aplikasi chat WhatsApp. Berikut adalah hasil wawancara EXT.ASI.PLAY dengan PNCL yang beranggotakan Ifan (Vokal), Adhi (Gitar), Zae (Gitar), Alung (Bass), dan Dian (Drum).

T: Halo apa kabar PNCL ? Silahkan perkenalkan diri masing-masing dan sebagai apa dalam tubuh band ini?

Z: Haloo saya ZAE sebagai Gitaris.

D: Haloo aku Dian, saya yang disuruh main Drum. wkwkw

I: Hallo saya Ifan sebagai vocalist.

AD: Halooo aku Adhi (Gitaris)

AL: Saya alung main bass yooooo

T: Sejak kapan PNCL terbentuk? Dan bagaimana proses terbentuknya hingga masih bertahan sekarang?

AL: Jawab jons

I: Ayooo ayooo, Tahun 2004.

AL: Bulannya lupa, seingatku bulan Agustus.

AD: PNCL terbentuk 2004 di Samarinda kebetulan kita teman dari SMP, ada yang waktu di SMA.

Z: Kemudian masih dipertemukan kembali pada saat kuliah.

AD: Di 2003 kita coba buat karya sendiri dengan modal seadanya masuk studio record. dengan cita-cita punya rilisan sendiri.

I: Dan akhirnya kita punya album sendiri

AD: Di jaman itu studio rekaman di samarinda masih jarang sekali, dengan modal 5 lagu dan menyisihkan uang kuliah kita rekaman. Dibantu dengan kawan kita Rizki Wahyudi dan Ludi Marcoes sebagai operator record dan mixing-mastering. Kemudian pada tahun  2004 kita coba hubungi beberapa kawan kita untuk coba design cover untuk EP pertama, waktu itu di samarinda belum ada tempat burn cd atau cetak cover. Dalam perjalanan 1 tahun kita coba rampungkan semua, alhamdulillah di 2005/2006 kita rilis EP pertama.

Z: Tapi masih pakai nama PENCIL.

I: Formasi awal pencil berdiri ada Ifan (Vocal), Adhi/Cabe (Gitar), Alung (Bass), Tetra (Gitar) dan Deni Bolang (Drum). Dan waktu itu kita belum mempunyai album hanya sekedar materi lagu, Pada akhirnya ada salah satu kompilasi yg menaungi kita yaitu kompilasi Terbang Bareng. Yang dibuat oleh bang Erry Kuswari gitaris band Make up, Dimasukkannya Pencil di deretan band kompilasi Terbang Bareng dan dibuatkan video clip bersama band lain yang ada di dalam kompilasi Terbang Bareng pada tahun 2006 klo tidak salah dan saat itu launch nya di Mitra Pub en Cafe.

Setelah itu 2 personil kita yaitu Tetra dan Deni cabut dari Pencil dan menyisakan kita bertiga Ifan, Adhi dan Alung. Akhirnya kita masih jalan bertiga dan di bantu sama Trida sekarang gitaris Cuaca Mendung dan Andis sebagai drummernya. Setelah kita mendapat bantuan kita pelan pelan membuat mini album pertama yaitu album Keindahan Wanita yang berisi 5 lagu yang di Take di EB studio yang di operatori oleh Ludi ex gitaris Ten dan mixing oleh Rizky Wahyudi saat itu gitaris Craft dan Crackers.

Lagu yang ada di album Keindahan Wanita kita sempat ikutkan audisi A mild live wanted yang berjudul Rhama dan Shinta, Dan kita bisa bisa lolos sampai ke Kota Banjarmasin. Tetapi tidak masuk ke 40 besar band di Indonesia, saat itu kita berempat Ifan (vocal dan gitar), Adhi/Cabe (gitar), Alung (bass) dan Andis pada drum. 

Tidak patah semangat kita di tahun berikutnya mengikuti ajang kompetisi band nasional LA Indiefest yang membawakan lagu Bad Women dari mini album pertama kita masih dengan nama Pencil. Akhirnya kita lolos sampai Surabaya masuk 40 besar band se-Indonesia.

T: Jadi apa rahasianya kalian bisa bertahan hingga kini dan sekarang umur PNCL berapa tahun?

AD: Pertemanan yang baik dan udah kayak keluarga sendiri. Umur PNCL sekarang 22 tahun.

T: Berapa tahun jarak dari album kedua kalian dengan You, Me and Earth yang kalian rilis ini? Kemudian apa yang memotivasi kalian untuk merilis single di tahun ini?

AD: 2011 kami EP “Idealis tak Terarah”, 2020 single “Berapa Lama”. 2015 pasca setelah menikah kami tetap aktif dan mulai dibantu oleh Delly untuk drum dan beberapa panggung kita main ada beberapa juga lagu yang kita buat. Semangat baru dengan tambahan member baru Dian dan Zai dan tetap selalu dibantu oleh Delly “Soy Kongo” untuk proses drum recording dan menurut kami mungkin bisa jadi warna baru juga di karya-karya kami. 

Untuk single ini mungkin kami sebetulnya sudah dikerjakan 3 tahunan lalu, tapi baru di tahun ini lagi kami selesaikan dan ini menurut kami adalah jembatan buat ke single / EP ke 3 kami dengan warna musik baru.

Z: Yang jadi motivasi, kesamaan pemikiran bahwa kita harus tetap berkarya, sebagai seorang seniman/musisi ya harus selalu membuat produk-produk berbasis seni tentunya hasil karya sendiri. berkaca dengan masa lalu dan dengan zaman yang sudah berubah dimana untuk memproduce karya semakin mudah dan banyaknya platform yg dapat memperluas pendengar karya-karya kami yang menantang kami untuk harus tetap membuat karya..

T: Sebenarnya apa yang ingin kalian suarakan di single “You, Me and Earth” ?

AD: Kekacauan dunia saat ini mungkin itu gambaran-nya

I: Menyuarakan tentang kekacauan yg sudah lama terjadi di negara ini.

Z: Ketidakselarasan antara agenda penguasa dengan keteraturan dan keseimbangan dunia.

T: Kali ini kalian menyebut genre kalian apa ?

I: Post punk mungkin.

Z: Bisa Post Rock

AD: Pop.

T: Gear spesifik apa saja untuk kebutuhan membuat single ini?

Z: Gitar fender strat, telecaster, tonex amp dan fx

AD: Fender telecaster tonex amp

AL: Gear, tidak ada yg spesifik klo bass hanya pakai fender jazz bass

T: Bagaimana proses mixing dan mastering untuk single ini? Apa tantangan terberatnya?

AD: Mixing Mastering kita dibantu dengan Rizki Wahyudi (jagasvara) yang udah dari EP pertama kita sampai hari ini emang selalu dikerjakan sama dia.

Z: Tantangannya adalah jarak, beda kota.

T: Makanan dan minuman apa yang menjadi mood booster selama mengerjakan single ini ?

D: Kopi sama Brownis Amanda 

AL: Apa aja sih klo makanan, yang penting halal 

I: Makan Geprekan Bu’mar dunkz ahaaii

AD: Setuju

T: PNCL kedepannya ingin sepanggung dengan musisi siapa?

AD: Alung, Ifan, Dian, Zai dan Pure Saturday

AL: Bernadya

D: RadioHead

I: Kaimsasikun

Z: U2

T: Apa film atau series favorit kalian?

D: Harry Potter

I: Tulsa King

Z: American pie

AD: Limitless Film, Series Jin dan Jun

AL: Si Doel

T: Bagaimana prosesnya hingga mempercayakan Fahmi sebagai artwork single kalian? Apakah mewakili single kalian?

Z: Awalnya mendapat rekomendasi dr teman kami Theo Nugraha yang juga seniman Noise. Setelah diskusi artworknya mewakili apa yang ada dikepala kami semua.

T: Apa masukan kalian untuk kancah musik Samarinda?

Z: Scene Samarinda sudah harus melek untuk membangun industri musik yaitu dengan menghargai sesama seniman dan pekerja yang bersentuhan dengan industri musik secara profesional yaitu dengan memberikan apresiasi budget fee, menghilangkan budaya non budget dengan alasan membantu ataupun promosi. Sehingga harapannya bisa membangun nilai ekonomi dan bisa menjadi industri yang baik dan menjadi sumber penghasilan bagi teman-teman yang bekerja di bidang seni maupun afiliasinya.

I: Untuk skena musiknya semoga semakin banyak lagi yang bisa membuat karya, untuk para penyelenggara agar bisa lebih banyak dan lebih kompeten.

T: Menurut kalian idealnya bagaimana Kancah Musik Samarinda?

I: Lebih banyak cari referensi.

D: Sebenarnya musik Samarinda ini udah beragam dan maju, karena di jaman sekarang informasi untuk referensi dan informasi sudah sangat mudah diakses. Mungkin lebih ke wadah untuk menyalurkan musik nya sendiri yang agak minim ya, event untuk musisi lokal nya sangat jarang, ajang untuk silaturahmi antar musisi lokal jadi sangat langka terjadi. sehingga untuk memperkenalkan musik mereka sendiri hanya terjadi di media sosial saja, padahal kita butuh wadah bermain dan bersilaturahmi sesama Musisi Samarinda.

T: Terakhir apa cita-cita PNCL untuk kedepannya 

D: Main band sampai tua, berkarya tanpa batas👍

AL: Semoga PNCL bisa memberikan kebahagiaan bagi semua orang,, aamiin

AD: Main band sampai tua, punya studio, keliling Kota di Indonesia mati masuk surga

Z: Bisa memberikan manfaat, menghidupi kami dan keluarga dan semua orang

I: Kurang lebih hampir sama seperti temen-temen yang lain amin 🙏🏻

T: Terima kasih banyak atas waktunya PNCL. Sukses selalu

D: Aamiin makasih Theo sudah bersedia

AL: Aamiin,,,, terimakasih 🙏

AD: Terima Kasih Theo

Z: Aamiin.. tengkyu om Theo, sehat dan sukses selalu yaa…

I: Tengkyu saudara Theo. ahaaii

Lirik:

You, Me and Earth

Teriakkan masa lalu yang hilang
Tenggelam dan di telan zaman
Tiada pun satu orang yang tau
Perubahan kan merubah waktu
Tanyakan kepada mereka

Perubahan menjadi kehidupan
Menimbulkan sisi mu yang gila
Tanyakan kepada mereka
Dunia ini sudah gila……

Reff :
Bilang saja pada mereka dunia ini sudah gila
Terangkan lah pada mereka jangan cuma bisa tertawa


Perubahan menjadi kehidupan
Menimbulkan sisi mu yang gila
Tanyakan kepada mereka
Dunia ini sudah gila……

*Back to reff

Credits:

You, Me and Earth
PNCL
Penulis lagu : Ifan PNCL
Produser musik : PNCL
Aransemen musik : PNCL

PNCL :
Ifan – Vocal
Adhi – Guitar
Zai – Guitar
Alung – Bass
Dian – Drum

Drum record by : Delly afriadi ( @dellyafriadi )
Recording engineer by : Arie wardhana ( @ariewdhana, @backstage.ina )
Mixing & mastering by : Rizki wahyudi ( @akurizki, @jagasvara )
Cinematographer MV by : Denny irawan ( @dnyirawan ) & Windra Gunawan ( @wi2ngunawan )
Editor MV By : Denny irawan ( @dnyirawan )
Artwork by : Fachmi R ( @fachmi_r )
Artwork logo by : Ozie virzi ( @blablabla.goodness )
Record label by : Slomo ( @slomorecord )

–

Biodata:

PNCL adalah band yang terbentuk di Kota Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 2004, pencil adalah nama yang sebelumnya digunakan dalam perjalanan band ini dan sudah merilis  2 (dua) EP, di tahun 2006 album EP Pertama “Bad woman” dan di tahun 2011 EP yang kedua “Idealis tak Terarah”. 

9 tahun rehat dari scene musik Samarinda karena kesibukan kerja dalam tubuh para personil, akhirnya pada tanggal 18 September 2020 mereka merilis sebuah single “Berapa Lama“ sekaligus mengubah nama pencil yang sudah menemani perjalanan mereka menjadi PNCL. Sekarang band ini sudah berusia 22 tahun dan kembali menawarkan single terbarunya bertajuk “You, me and earth” yang sudah tersedia berbagai platform digital.

Diskografi:
EP I: Bad Woman (2006)
EP II: Idealis tak Terarah (2011)
Single: Berapa Lama (2020)
Single: You, Me and Earth (2026)

–

Kontak Person:
Email : pencilband.official@gmail.com
Phone or whatsapp : +62 85247444765
Instagram : @pncl.official
Youtube: https://www.youtube.com/@pnclofficial2617

Theo Nugraha

Theo Nugraha (born Samarinda, April 1992) is an artist, curator and organizer from Samarinda. Theo is the pioneer of the first noise project in Samarinda and has been part of the Indonesian experimental sound scene since 2013. His discography contains almost 200 releases. He is part of the visual experimentation group with Milisifilem Collective and performance art studies at 69 Performance Club. Theo is one of co-initiators of Situationist Under-Record project. In addition he is one of the founders of the HEX Foundation and one of the initiators of Extended. Asia, an online platform for sound and visual artists. Now Theo works as curator of the Rumah Adat Budaya Daerah Kota Samarinda and editorial team at Visual Jalanan.

article above by: Theo Nugraha

    error: Content is protected !!