Unit Baroque Pop asal Samarinda, Simple Set, merilis album baru bertajuk Raw Set Vol. 4: Simple Set in The Alligator’s Office. Album ini lahir dari proses kerja jarak jauh tiap personilnya. Mengangkat kisah tentang perubahan hidup serta pengalaman menghadapi dunia kerja yang semakin agresif, kompetitif, dan brutal.
Album ini mulai dikerjakan sejak 2023, ketika para personel Simple Set terpisah kota antara Samarinda dan Jakarta. Untuk pertama kalinya sejak dibentuk, mereka harus membangun sistem kerja jarak jauh. Tanpa ruang latihan bersama. Tanpa jadwal pasti. Hanya mengandalkan komunikasi jarak jauh dan kepercayaan antar anggota untuk menggarap materi sedemikian rupa.
Judul “The Alligator’s Office” pun dipilih sebagai sebuah metafora utama yang merepresentasikan keseluruhan album; ketika ruang kerja menjelma menjadi ekosistem yang dikuasai para ‘predator sosial’. Tempat intrik, relasi kuasa, ambisi, dan kelelahan mental saling berkelindan. Tema ini tidak hadir sebagai kritik normatif, melainkan sebagai catatan personel Simple Set yang sama-sama bergulat dengan dunia korporat.

“Album ini lahir dari fase hidup ketika bekerja bukan lagi soal mimpi, tapi soal bertahan. The Alligator’s Office adalah ruang tempat kami belajar menerima kenyataan bahwa dunia kerja bisa kejam, relasinya timpang, dan kita sering dipaksa tumbuh lewat tekanan. Kami tidak sedang menghakimi, kami sedang mencatat apa yang kami alami.” ungkap Kinoy, vokalis sekaligus gitaris Simple Set.
Secara musikal, album ini bergerak bebas dari struktur konvensional. Track pembuka hadir tanpa instrumen. Beberapa lagu dibangun dari lapisan suara yang padat dan teredam. Sementara lagu lain ditulis dengan lirik yang terfragmentasi, lebih menyerupai potongan pikiran ketimbang narasi yang utuh dan jelas kepada para pendengarnya. Pendekatan ini menjadi refleksi langsung dari proses produksi album yang tidak linier dan penuh jeda.
“Kami mengerjakan album ini tanpa pola yang rapi, terpisah kota, tanpa ruang latihan, dan penuh jeda. Justru dari situ kami menemukan bentuk musik yang jujur dengan kondisi mental kami saat itu: padat, teredam, dan kadang tidak utuh. Album ini bukan pelarian, tapi dokumentasi proses menjadi dewasa di dunia yang semakin agresif.” tutur Yanu, produser sekaligus bassist Simple Set.
Dengan total 15 lagu, Simple Set juga menggandeng Rrefal, seorang solois Indie Pop asal Semarang, untuk menelurkan lagu berjudul Perfect Blue (All Things Must Pass) di album tersebut. Perfect Blue (All Things Must Pass) sendiri telah dirilis lebih dulu sebagai pengantar album dengan format single pada medio 2025. Di tahun yang sama, setelah para personel kembali berada di Kota Tepian, seluruh materi album dirampungkan sebagai satu kesatuan naratif.
Namun, perlu dicatat, bahwa Raw Set Vol. 4: Simple Set in The Alligator’s Office bukan sekadar tentang pelarian atau escapism. Melainkan tentang penerimaan terhadap kenyataan bahwa kita harus beranjak dewasa, meski hidup penuh dengan tekanan saat bekerja dan berselimut rasa kecewa. Mulai 9 Januari 2026, album Raw Set Vol. 4: Simple Set in The Alligator’s Office kini tersedia di seluruh platform streaming digital.
Tentang Simple Set
Simple Set adalah band asal Samarinda yang telah merilis tiga album secara mandiri tanpa label musik. Musik mereka bergerak di spektrum psychedelic, alternatif rock, baroque pop dengan pendekatan personal, naratif, dan eksperimental. Seluruh karya Simple Set dibuat tanpa proses mixing dan mastering yang memakan waktu panjang (raw) karena ingin menghadirkan cita rasa yang jujur dan autentik dalam bermusik (raw set).
📀 Streaming: Apple Music, Deezer, Spotify, dan YouTube – Simple Set
📷 Instagram: @simplessset
🎨 Artwork album: Mardhian Pratama (@iynventory)